Melchias Mekeng Fasilitasi Guru SD asal Sikka ini Bertemu MenPAN-RB


0
Foto : Yuliana Yulianti Keri (kedua dari kanan), MenPAN-RB, Komjen. Pol. Syarifuddin (kedua dari kiri) Politisi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng (pertama dari kiri) dan Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat PMKRI Rinto Namang (pertama dari kanan) / Foto: www.verbivora.com

JAKARTA – Nasib Yuliana Yulianti Keri, S.Pd, salah seorang guru SDN Wegok, Desa Kojawair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi NTT akhirnya berada di titik terang. Sebelumnya, Yuliana dikabarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) miliknya diduga sempat dibatalkan oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN) pasca lulus ujian  penerimaan   CPNS  di  Kantor Badan Kepegawaian  Daerah  (BKD) kabupaten Sikka.

Usaha kerja keras Yuliana pasca kejadian ini pun terus berlanjut hingga ia berangkat ke Jakarta. Informasi yang dihimpun karyantt.com, saat berada di Jakarta, Yuliana difasilitasi langsung Partai Golkar melalui Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Melcias Marcus Mekeng untuk bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Komjen. Pol. Syarifuddin di Jakarta, Senin (20/5/2019) pagi.

“Ini yang sedang viral beberapa hari ini di NTT, Yuliana seorang Guru SD di Kabupaten Sikka, NIP-nya dibatalkan oleh Badan Kepegawaian Negara. Pagi tadi kasus ini difasilitasi partai Golkar melalui ketua Fraksi DPR RI, Pak Melchias Mekeng bertemu langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Komjen Pol. Syafruddin,” kata ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Jakarta, Senin(20/5/2019) malam.

Dilansir dari www.verbivora.com, dalam pertemuan tersebut selain didampingi Melchias Markus Mekeng, Yuliana juga didampingi Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat PMKRI Rinto Namang, dan perwakilan keluarga Yosef Todarung.

Yuliana saat itu menyampaikan agar negara memperhatikan nasibnya yang sudah lulus tes CPNS September silam tetapi karena kesalahan teknis akhirnya dibatalkan secara sepihak.

“Semua syarat administratif sudah saya penuhi sesuai dengan aturan, saya sudah lulus tes, tetapi dibatalkan karena sistem salah menginput data tahun lahir saya,” ujarnya mengawali pembicaraan.

“Saya sudah sebulan lebih di Jakarta, tapi tidak mendapatkan apa-apa, pak. Saya mohon bantuan bapak agar nasib dan hak saya untuk mendapatkan keadilan bisa terpenuhi,” pintanya.

Setelah mendengar pengakuan Yuliana, Menteri Syarifuddin langsung memerintahkan Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB untuk segera menindaklanjuti persoalan ini agar Yuliana memperoleh haknya kembali.

“Saya akan segera selesaikan masalah ini supaya Yuliana mendapat kembali haknya,” tegas mantan Wakapolri itu.

“Ini masalah teknis karena sistem salah input data dan BKD Sikka sangat kaku melihat masalah ini sehingga Yuliana menjadi korban,” tandasnya.

Kembalikan hak Yuliana

Sementara itu, Melchias Mekeng menuturkan bahwa usaha yang dilakukan oleh pelbagai pihak dalam membantu Yuliana merupakan upaya untuk mengembalikan hak Yuliana sebagai rakyat.

“Itu hak Yuliana, dia sudah lulus  administrasi dan tes CPNS, jangan sampai hanya karena kesalahan teknis nasib orang jadi terbengkalai,” tuturnya.

Dirinya berharap agar pertemuan Yuliana dengan Menteri PAN-RB membuahkan hasil untuk penyelesaian masalah tersebut.

“Proses yang kita lakukan ini dengan bertemu Menteri ini dan nanti Kepala BKN (Selasa, 21/5) bisa menyelesaikan  masalah Yuliana,” kata dia.

Di lain pihak, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI, Rinto Namang mengatakan akan terus mendampingi Yuliana dalam perjuangan untuk mendapatkan haknya kembali.

“Ya, kita sudah komit untuk mengawal kasus ini sampai selesai. Kita bekerja dengan seluruh kekuatan dan jaringan agar masalah ini menemukan titik terang penyelesaiannya,” kata dia. *(Tim/ www. verbivora.com).


Like it? Share with your friends!

0
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *