Jokowi dan Ibu Iriana Kunjungi Gereja Benyamin Oebufu Kupang


0

Karyantt.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ibu Negara, Iriana Widodo mengunjungi Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang.

Saat itu, Jokowi dan ibu Iriana mengunjungi Bazzar UMKM Jemaat GMIT Benyamin Oebufu.

Wakil Ketua Majelis Jemaat Benyamin Oebufu, Pdt. Grace Pandie-Sjioen mengatakan, kunjungan Jokowi dan Ibu Negara merupakan suatu keistimewaan bagi kami jemaat Benyamin.

 “Ini tidak gampang seorang kepala Negara berkunjung ke suatu tempat. Sebenarnya bapak Presiden bisa saja memilih untuk tidak ke sini tetapi ia memilih untuk ke sini dan kami sangat bersyukur akan hal itu,” kata Pdt. Grace.

 Menurut Pdt. Grace,  urgensi kehadiran presiden Jokowi ini karena  kegiatan-kegiatan jemaat ini sangat berkaitan bahkan mendukung visi sang presiden.

 “Kehadiran pak presiden ini tidak pernah kami rencanakan. Kegiatan jemaat ini telah kami rancangkan jauh hari sebelumnya dan kebetulan salah satu kegiatan yaitu bazzar ini bertepatan dengan kehadiran pak Jokowi maka dengan senang hati kami menerima seseorang yang kami anggap sebagai bapak Negara ini,” jelasnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur dan ibu Julie Sutrisno  yang telah mendampingi dan membawa  bapak Presiden ke Gereja Benyamin Oebufu.

 Ketua Panitia Perayaan Paskah Jemaat GMIT Benyamin, Drs. Johanes Munah,  Dengan didampingi oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Presiden dan rombongannya tiba di lokasi Bazzar tepat pukul 12.24 langsung disambut massa yang bergitu antusias.

 Pasukan pengamanan Presiden dan bahkan  gubernur NTT sendiri nampak kewalahan menghadapi massa yang ingin  bersalaman dan berfoto bersama presiden.

 Bazzar yang dilangsungkan selama dua hari Selasa dan Rabu ini sebenarnya merupakan upaya Jemaat Benyamin untuk membangun dan mendukung  konsep kewirausahaan di kalangan jemaat untuk menghadapi era global yang penuh dengan persaingan.

 Owner NTTNesia, Ivan Rondo mengatakan, potensi yang dimiliki warga dan jemaat cukup banyak, namun belum dikembangkan.

 “Kita ini adalah orang-orang yang hidup di tengah-tengah sekian banyak  potensi namun banyak potensi belum dikembangkan,” kata Ivan .

 Ivan rurut  bekerjasama dengan Jemaat Benyamin untuk membangun semangat kewirausahaan di kalangan warga jemaat Benyamin Oebufu.

Ivan menjelaskan,  Survey sederhana kami menunjukkan bahwa 40 persen penduduk Kota Kupang  mencari makan di wilayah Oebufu termasuk di wilayah Jemaat Benyamin.

Padahal 90 persen usaha kuliner di Kupang adalah milik orang luar. Dia mengaku,  Majelis Jemaat Benyamin Oebufu bekerjasama dengan NTTNesia telah melakukan survey potensi kewirausahaan di 16 Rayon di Jemaat Benyamin,  memberikan sejumlah pelatihan dan melakukan mentoring kepada para jemaat dalam menjalankan usaha-usaha kecil dan menengah mereka.

 “Produk-produk mereka tak kalah kualitasnya dari produk-produk lain dan bahkan banyak yang jauh lebih baik,” kata Ivan.

 Dia mengatakan,  Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah melakukan transaksi melalui paket  voucher sebesar Rp. 100.000.000. Menurut prediksi panitia, jumlah transaksi  sampai keesokkan harinya akan berkisar antara Rp. 150.000.000 sampai Rp. 250.000.000.

 “Inilah salah satu cara memotivasi jemaat dalam menghadapi era global ini.  Dan tidak selesai sampai di sini. Setelah ini Jemaat akan bekerjasama dengan  NTTNesia StarUp, satu-satunya perusahaan IT software e-comerce pertama di NTT, untuk meluncurkan situs belanja online Je-Maart (Jemaat Mart) yang menurut rencana akan diluncurkan oleh gubernur NTT pada puncak perayaan Paskah Jemaat pada tanggal 21 April nanti. Situs belanja online ini diharapkan menjadi pelopor jual beli online/E-commerce lokal asal NTT,” ujarnya.

 Bazzar Jemaat Benyamin ini menghadirkan 36 stand yang terdiri dari 16 stand  kuliner dan 19 stand beragam produk kreatif serta satu stand aneka produk  kelor organic. Semua stand ini adalah perwakilan dari semua Rayon di jemaat  Benyamin Oebufu. (POS-KUPANG.COM)


Like it? Share with your friends!

0
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *